Pengenalan Logical Agents

Pertemuan Minggu ke-3
3.1 Knowledge-based agents
·        Problem solving agent: memilih solusi di antara kemungkinan yang ada. Apa yang ia “ketahui” tentang dunia tidak berkembang → problem solution (initial state, successor function, goal test)
·        Knowledge-based agent: lebih “pintar”. Ia “mengetahui” hal-hal tentang dunia dan dapat melakukan reasoning (berpikir, bernalar) mengenai:         
Hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya (imperfect/partial information)      
Tindakan yang paling baik untuk diambil Inference engine Knowledge base domain−specific content
·        Knowledge Base: apa yang “diketahui” oleh si agent Pendekatan deklaratif membangun agent: “beritahu” informasi yang relevan, simpan dalam KB → (TELL).
·        Agen dapat ditanya (atau bertanya diri sendiri) apa yang sebaiknya dilakukan berdasarkan KB → (ASK).
·        Sebuah knowledge-based agent harus bisa:   
Merepresentasikan world, state, action, dst.
Menerima informasi baru (dan meng-update representasinya)

Menyimpulkan pengetahuan lain yang tidak eksplisit (hidden property) Menyimpulkan action apa yang perlu diambil


3.2 Wumpus world

 
·        Performance measure: emas +1000,mati -1000, gerak -1, panah -10
·         Environment: Matriks 4x4 kamar. Initial state [1,1]. Ada gold, wumpus dan pit yang lokasinya dipilih secara acak.
·        Percept:
     Breeze: kamar di samping lubang jebakan ada hembusan angin
     Glitter: kamar di mana ada emas ada kilauan/sinar
     Smell: kamar di samping Wumpus berbau busuk
     Action: maju, belok kiri 90_, kanan 90_, tembak panah (hanya 1!), ambil benda
   
   Menjelajahi Wumpus World










3.3 Logic in general - models and entailment

Logic

• Logic adalah bahasa formal untuk merepresentasikan informasi sedemikian hingga kesimpulan dapat dibuat •Syntax mendefinisikan kalimat-kalimat pada bahasa •Semantics mendefinisikan arti kalimat;

Misal, mendefinisikan kebenaran sebuah kalimat
Contoh, bahasa aritmatika :
x+2 ≥ y is a sentence; x2+y > is not a sentence
x+2 ≥ y is true iff the number x+2 is no less than the number y
x+2 ≥ y is true in a world where x = 7, y = 1
x+2 ≥ y is false in a world where x = 0, y = 6 

Propositional logic
Propositional logic adalah logic yang paling sederhana
Sebuah sentence dinyatakan sebagai propositional
symbol P1,P2, dst.
Syntax
Jika S adalah kalimat, ¬S adalah kalimat (negation)
Jika S1 dan S2 adalah kalimat, S1 ^ S2 adalah kalimat (conjunction)
Jika S1 dan S2 adalah kalimat, S1 _ S2 adalah kalimat (disjunction)
Jika S1 dan S2 adalah kalimat, S1 ) S2 adalah kalimat (implication)
Jika S1 dan S2 adalah kalimat, S1 , S2 adalah kalimat (biconditional)

Semantics dari propositional logic
Sebuah model memberi menilai true/false terhadap setiap
proposition, mis:
P1,2 P2,2 P3,1
true true false
(Semua 8 model yang mungkin bisa dijabarkan)
Aturan menentukan kebenaran sebuah kalimat terhadap m:
¬S true iff S false
S1 ^ S2 true iff S1 true and S2 true
S1 _ S2 true iff S1 true or S2 true
S1 ) S2 true iff S1 false or S2 true
dkl. false iff S1 true and S2 false
S1 , S2 true iff S1 ) S2 true and S2 ) S1 true

Sebuah proses rekursif bisa mengevaluasi kalimat sembarang:

¬P1,2 ^ (P2,2 _ P3,1) = true ^ (false _ true) = true ^ true = true


Kalimat representasi Wumpus World
Semantics:
Pi,j = true kalau ada lubang jebakan (pit) di [i, j].
Bi,j = true kalau ada hembusan angin (breeze) di [i, j].
Aturan main: kamar di samping lubang jebakan ada
hembusan angin
B1,1 , (P1,2 _ P2,1)
B2,1 , (P1,1 _ P2,2 _ P3,1)
Hasil pengamatan (percept):
¬P1,1
¬B1,1
 B2,1

Daftar Pustaka :
http://share.its.ac.id/pluginfile.php/1369/mod_resource/content/1/8._Propotional_Logic.pdf

0 komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages - Menu